Sunday, February 23, 2014

Surabaya Part 2


Kaget bukan kepayang ketika mendengar bahwa kami telah sampai di stasiun Gubeng.  Segera kuturunkan koperku yang super jumbo dengan bantuan seorang laki-laki tentunya, terimakasih banyak ya buat kalian yang udah bantuin bawain koper yang super jumbo ini J semoga Tuhan saja yang membalasnya. Kalian emang top B)

Kami turun dari kereta, menyusuri jalan trotoar samping rel kereta api yang tinggi, terlihat si jago Pasundan berdiri kokoh di atas rel, mungkin dia kelelahan, cat kuning birunya pun terlihat memudar oleh gelapnya malam. Kami sampai pada pukul 9 malam, sayup sayup mata kantuk terlihat di seluruh tim percama, kupandangi satu-satu para personil, teh Nina, Riri, teh Mel, Bagus, Kang Yahya, Kang Irfan, Yohanes, dan Tomy, ingin rasanya aku memeluk mereka dan mengatakan Lies seneng banget bisa pergi bareng kalian, semoga Allah memudahkan perjalanan kita di kota ini J

Malam ini, kami berpencar, kaum wanita menginap di penginapan sejenis hotel kecil-kecilan, sedangkan kaum pria untuk malam ini saja menginap di mesjid dekat stasiun. Tempat penginapan kami lumayan nyaman setidaknya aku tak terbangun sedetik pun ketika semalaman tidur. Sampai pagi hari kami bertemu lagi di mesjid dekat stasiun tempat menginap para pria. Di sana ada sejenis tempat makan, kami sarapan bersama dengan ditemani bullyan dan tawa. Aku dan yang lainnya serentak memesan nasi goreng, hanya sang ketua percama dan tomy saja yang memesan ayam penyet. Ada yang unik dari nasi goreng di Surabaya, nasi mereka berwarna pink, ya pink, entahlan mungkin dari saus atau apa, tapi yang penting rasanya enak, hahaha

Setelah puas menyantap sarapan, kami memutuskan untuk segera menuju lokasi turnamen, di Grand Royal Surabaya, kami menggunakan angkot bertuliskan huruf F di depannya. Lagi-lagi ada yang unik pada angkot yang kami tumpangi, biasanya kita melihat angkot yang penumpang dan supirnya tidak ada batas pemisah, setidaknya jika kita teriak di belakang si abang supir dia akan ngamuk, tapi di sini, antara supir dan penumpang ada sekat, sejenis mobil bak terbuka. Nah pertanyaannya, kalo si penumpang mau turun gimana? Tenang-tenang, ternyata di atas atap tempat penumpang ada bel sebagai tanda bila ada penumpang yang turun, tak perlu lagi kita repot-repot teriak minta berhenti.

Hari pertama turnamen rasanya waaaaw, super sekali, terlihat para pesaing yang hebat-hebat dari berbagai universitas terkemuka se-Indonesia, mulai dari universitas yang terdapat di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan seluruh Pulau Jawa tentunya. Terlihat banyak pemain lama yang bertemu juga ketika Kejurnas Mahasiswa 2013 lalu, beberapa ada yang kukenal. Melihat mereka, kami hanya mengatakan pada diri kami bahwa kami siap bertanding dengan kalian.

Panitia yang mengadakan turnamen adalah anak anak dari Universitas Kristen Petra, mereka didominasi oleh chiness, mata sipit dan kulit putih, tapi ada yang lucu meski chiness tetap saja logat jawanya sangat melekat pada mereka. Hihihi, lucu gaya ngomongnya. Oke, hasil dari hari pertama cukup memuaskan, kita punya poin masing-masing tim 2 dari 2 babak. Alhamdulillah….

Hari kedua ini kami menginap di sebuah kontrakan yang terletak sekitar 1,5 kilo dari Grand Royal, tempatnya cukup nyaman berada di lantai 2, dan yang paling asyik dari tempat ini adalah lantai tiganya, sejenis tempat jemuran yang luas, di sana kami bisa memandang sebagian kota Surabaya, menikmati bintang dan di sana kami bisa menyaksikan matahari terbit J rencanya kami akan menginap di sini selama kami di Surabaya.

Sore hari ketika kami tengah asyik bercengkrama, tiba-tiba langit begitu gaduh gemuruh petir dan angin semakin mejadi-jadi hingga hujan es turun seperti ucapan selamat datang pada kami. Hujan es ini menandakan bahwa iklim sudah tidak sesuai lagi, sedang terjadi anomali iklim yang luar biasa di kota ini. Beruntung hujannya tak berlangsung lama. Akhirnya kami bisa beristirahat dengan tenang.

Hari kedua dan ketiga kami lewati dengan penuh sukacita, bertanding membela almamater tercinta. Aku mendapatkan banyak ilmu lagi di sini, tak hanya ilmu teman-teman baru pun aku dapatkan di sini. Meskipun pada akhirnya tak sesuai dengan apa yang kita semua inginkan, tapi ya itulah perjuangan kami, kami sudah berusaha seoptimal dan sefokus mungkin, akan tetapi Allah pemilik kuasa segalanya. Mungkin kita perlu waktu lagi untuk belajar, poin 8 dan 7 tim A dan tim B UPI itu cukup merupakan sebuah kebanggaan yang luar biasa. Kalian, Kita Hebat J

Sulit rasanya menceritakan kisah kita selama di sana, tulisan ini tak ada apa-apannya hanya 1 % dari seluruh kisah yang menakjubkan, dari terkena banjir selama perjalanan pulang ke kontrakan, rekan kami Bagus yang pingsan ketika sholat jum’at dan jadi bahan bullyan seumur hidup sepertinya -_- kasian Bagus, hahaha, makan soto yang airnya kaya kolam, banyak banget, skandal-skandal kang irfan dan teh Nina, tomy dan kakak tingkat 2012nya, hahaha sampe para personil percama yang udah kecanduan Flappy Bird sampe-sampe pengen bikin turnamen Flappy, ya ampun -_- ah pokonya terlalu banyak kisah di perjalanan turnamen kami kali ini.

But, semua itu yang akan aku rindukan, semua itu bakal aku simpan di memori ini, sebagai kenangan manis not forgotten seumur hidup, lagi-lagi Lies hanya ingin mengucapkan terimakasih banyak buat kalian, kalian memang keluargaku, Gens Una Sumus memang benar adanya. Terakhir... semoga kalian sehat selalu ya dan bisa beraktivitas kembali dengan lancar J aamiin

Sampai ketemu di turnamen selanjutnya J GENS UNA SUMUS J

No comments:

Post a Comment