Thursday, August 1, 2013

Makalah Pengantar Geografi Regional


MAKALAH
Pertumbuhan Penduduk Dan Peran Regionalisasi
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Geografi Regional



Disusun oleh:
Lies Wahyuni (1202444)



JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI
FAKULTAS ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONEISA
BANDUNG
2013

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pertumbuhan penduduk kini semakin bertambah tanpa bisa dikendalikan. Hal itu mengakibatkan berbagai masalah sosial ekonomi dan masalah kependudukan, misalnya: tidak terpenuhinya kebutuhan pangan, tingkat pendidikan penduduk yang rendah, tingkat kesehatan yang rendah, meluasnya kemiskinan dll. Dalam rangka menghadapi problem ini, pemerintah berpotensi untuk melakukan pembangunan bagi suatu bangsanya. Namun itu semua harus diimbangi dengan upaya untuk meningkatkan kualitas penduduk agar tidak menimbulkan gejolak sosial yang semakin parah.
Sejak abad ke-20 baik negara kesatuan, koloni, maupun  negara jajahan tidak lepas dari pembeludakan penduduk. Tidak ada satu negarapun yang mempunyai jumlah penduduk pada tahun 2000 lebih kecil dari tahun 1990, justru populasi bertambah secara berlipat.
Jika ledakan penduduk terus terjadi, maka kesejahteraan masyarakat akan terus menurun karena pertumbuhan penduduk yang begitu besar tidak diikuti dengan pembangunan yang tepat sasaran. Hal ini hanya akan membuat masyarakat menjadi tambah sengsara.
Maka dari itu dipandang perlu untuk mengkaji lebih lanjut mengenai pertumbuhan penduduk di dunia, serta pengaruh-pengaruhnya terhadap kehidupan manusia.
B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana proses pertumbuhan penduduk?
2.      Apa saja faktor yang mempengaruhi pertambahan penduduk?
3.      Kapan pembeludakan populasi penduduk tersebut terjadi?
4.      Bagaimana kondisi populasi penduduk di dunia?
5.      Bagaimana kondisi populasi di Indonesia?
6.      Bagaimana mengatasi pertambahan penduduk?
7.      Apa peran regionalisasi dengan pembeludakan penduduk?
C.    Manfaat dan Tujuan
1.      Mengetahui proses pertambahan penduduk
2.      Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk
3.      Mengetahui kondisi kependudukan di dunia dan di Indonesia
4.      Mengetahui cara mengatasi pembeludakan penduduk di dunia
5.      Mengetahui peran regionalisasi dalam mengatasi pertumbuhan



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian dan Ruang Lingkup
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan “per waktu unit” untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia.
Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang penting dalam masalah sosial ekonomi umumnya dan masalah penduduk pada khususnya. Karena di samping berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu daerah atau negara maupun dunia.
B.     Proses Pertumbuhan Penduduk
Proses pertumbuhan penduduk yaitu proses ketika pertumbuhan penduduk terus mengalami peningkatan yang dipengaruhi oleh beberapa faktor dan teori pertumbuhan penduduk. 
1.      Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Penduduk
Pertumbuhan penduduk dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah:
a.       Fertilitas (Kelahiran)
Faktor kelahiran ini dapat dikatakan sebagai faktor penyebab utama pertumbuhan penduduk didunia karena rata-rata pertumbuhan penduduk adalah tingginya angka kelahiran dibandingkan angka kematian. Dikarenakan masih tertanamnya ideologi-ideologi tertentu yang menganjurkan harus mempunyai banyak anak.
Fertilitas merupakan salah satu factor penyebab terjadinya kepadatan penduduk, karena angka kelahiran di Indonesia tidak di batasi dan kebanyakan penduduk Indonesia melakukan nikah dini yang menyebabkan angka kelahiran semakin meningkat dan juga laju pertumbuhan yang tidak terkontrol, dan diperkirakan setiap tahunnya bayi bertambah 4,5juta. Bukan hanya di Indonesia, akan tetai di beberapa negara berkembang pun mengalami hal yang sama.
b.      Mortalitas (Kematian)
Mortalitas merupakan satu dari tiga factor geografis karena moralitas dapat mempengaruhi jumlah dan komposisi umur penduduk, hal ini biasanya di sebabkan oleh factor social ekonomi seperti pengetahuan tentang kesehatan, gizi dan kesehatan lingkungan, serta kemiskinan merupakan factor individual dan kelompok lainnya yg dapat mempengaruhi moralitas dalam masyarakat.
Banyak sekali penyebab dari faktor kematian ini, biasaya dipengaruhi oleh usia, lingkungan sekitar / tempat tinggal dimana ada atau tidaknya sarana prasarana pendukung kehidupan misalkan makanan, kebersihan serta kesehatan. Selain faktor tersebut juga dapat dipengaruhi oleh kejadian luar biasa seperti bencana alam dan kejadian yang tidak terduga lainnya. Biasanya faktor ini hanya berprosentase rendah
c.       Migrasi
Migrasi merupakan gerak perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lan dengan tujuan untuk menetap di daerah tujuan, yang biasa terjadi secara permanent.
Dalam banyak kasus, organisme bermigrasi untuk mencari sumber-cadangan-makanan yang baru untuk menghindari kelangkaan makanan yang mungkin terjadi karena datangnya musim dingin atau karena kepadatan penduduk.  Selain migrasi ada istilah lain tentang dinamika penduduk yaitu mobilitas. Pengertian Mobilitas ini lebih luas daripada migrasi sebab mencakup perpindaahan wilayah secara permanen dan sementara.
Seperti contohnya Jakarta sebagai kota metropolitan di Indonesia banyak menjadi tujuan migrasi penduduk, terlalu banyaknya perpindahan penduduk ke jawa menyebabkan kepadatan penduduk yang parah di pulau Jawa, sehingga terjadi banyak dampak negative.
2.      Teori Malthus
Teori Malthus menyatakan peningkatan produksi pangan mengikuti deret hitung dan pertumbuhan penduduk mengikuti deret ukur sehingga manusia pada masa depan akan mengalami ancaman kekurangan pangan.
Description: E:\Data Kuliah\SP\GPR\Malthus_basic_theory.png
Teori Malthus jelas menekankan tentang pentingnya keseimbangan pertambahan jumlah penduduk menurut deret ukur terhadap persediaan bahan makanan menurut deret hitung. Teori Malthus tersebut sebetulnya sudah mempersoalkan daya dukung lingkungan dan daya tampung lingkungan. Tanah sebagai suatu komponen lingkungan alkam tidak mampu menyediakan hasil pertanian untuk mencukupi kebutuhan jumlah penduduk yang terus bertambah dan makin banyak. Daya dukung tanah sebagai komponen lingkungan menurun, karena beban manusia yang makin banyak.
Beberapa kelemahan teori Thomas Robert Malthus ialah :
a.       Ia yakin preventive checks tidak akan berhasil.
b.      Ia tidak yakin ilmu pengetahuan dapat menaikan produksi bahan pangan dengan cepat.
c.       Ia tidak menyukai adanya orang miskin menjadi beban orang kaya.
d.      Ia percaya perkembangan kota tidak mempengaruhi kesehatan dan moral.
3.      Transisi Demografi
Merupakan teori yang menerangkan perubahan penduduk dari tingkat pertumbuhan yang stabil tinggi (tingkat kelahiran dan kematian rendah).

Description: E:\Data Kuliah\SP\GPR\clip_image021[3].jpg
a.       Tahap 1 adalah masa dimana angka kelahiran dan kematian, keduanya ada pada tingkat yang tinggi. Pada saat itu belum ada program pengaturan kelahiran sehingga jumlah bayi yang lahir tidak terkendali.
b.      Tahap 2 yakni masuk lah pada tahap dimana angka kematian mulai turun. Angka kematian yang lebih dulu dapat ditangani.
c.       Tahap 3 merupakan tahapan dimana angka kelahiran mulai turun. Coba perhatikan garis biru di grafik diatas. Mulai terjadi penurunan mulai tahun 1970-an. Pada tahun itu, sedang maraknya program keluarga berencana di Indonesia. Selain karena campur tangan program pemerintah, turun nya angka kelahiran juga disebabkan oleh perpindahan penduduk dan juga meningkatnya kesejahteraan keluarga, terutama pendidikan.
d.      Tahap 4 merupakan tahap akhir ditandai dengan rendahnya kedua indikator tersebut. Angka kelahiran rendah, artinya jumlah bayi yang dilahirkan oleh setiap perempuan lebih sedikit dan juga angka kematian lebih rendah.
C.     Pertumbuhan Penduduk Dunia

Description: E:\Data Kuliah\SP\GPR\tugas\Birth_rate_figures_for_countries.PNG
Sejak abad ke-20 baik negara kesatuan, koloni, maupun  negara jajahan tidak lepas dari pembeludakan penduduk. Tidak ada satu negarapun yang mempunyai jumlah penduduk pada tahun 2000 lebih kecil dari tahun 1990, justru populasi bertambah secara berlipat.
Namun, pada abad ke-21 di beberapa negara mulai melihatkan penurunannya. Seperti di Eropa, Jepang, Korea, dan beberapa negara lainnya. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi penurunan tersebut seperti para wanita yang mulai bisa mengenyam pendidikan tinggi, kemajuan teknologi, digalakkannya program keluarga berencana, dll. Hal  tersebut membantu mengurangi angka pertumbuhan penduduk di dunia.
Negara-negara yang mengalami penurunan penduduk secara drastis adalah negara yang sudah maju, negara tersebut mengalami penurunan populasi dari pertumbuhan alami. Seperti di Eropa, pertambahan penduduk di Eropa paling banyak terjadi karena imigrasi bukan karena pertumbuhan alami dari penduduk Eropa sendiri.
Penurunan yang terjadi di negara berkembang, terjadi karena kesadaran masyarakatnya yang mulai berpikir masa depan bahwa semakin banyak populasi maka biaya tanggungan hidup semakin tinggi, pendidikan yang mulai maju juga menyadarkan masyarakatnya untuk mulai melakukan perencanaan keluarga. Sedangkan penurunan pertumbuhan penduduk di daerah yang terisolir banyak terjadi karena angka kematian yang tinggi, adanya wabah suatu penyakit atau peperangan di dalam negara tersebut.
Berdasarkan populasi awal yaitu sekitar 5 milyar. Dengan menghitung pertumbuhan penduduk sebesar 1,6 % berarti pertambahan penduduk sekitar 80 juta per tahun. Sekarang kita berada di abad yang baru, dan pertumbuhan dunia, dan jumlah pertambahan penduduk di dunia mencapai 1,4 % , sedikit berkurang dari sebelumnya. Tetapi ternyata jumlah populasinya mencapai 6 milyar, dengan demikian alhasil pertambahan penduduk masih melebihi 80 juta setiap tahunnya. Jumlah pertambahan penduduk akan terus mengalami kemunduran bahkan bisa mencapai 1,0 % tetapi dengan jumlah penduduk yang berbeda.

Table berikut merupakan grafik pertumbuhan penduduk dunia dari bank dunia
Description: E:\Data Kuliah\SP\GPR\Untitled.png
Perserikatan Bangsa-Bangsa mengungkapkan, pertumbuhan jumlah penduduk dunia ternyata lebih tinggi daripada perkiraan dua tahun lalu. penduduk dunia akan naik menjadi 8,1 miliar jiwa pada tahun 2025 dari jumlah 7,2 miliar jiwa saat ni. Jumlah itu akan terus berkembang menjadi 9,6 miliar pada tahun 2050. Prediksi sebelumnya, penduduk dunia diperkirakan ”hanya” mencapai 9,3 miliar jiwa pada 2050.
Menurut laporan terbaru ini, pertumbuhan penduduk paling tinggi akan terjadi di negara-negara berkembang, dan lebih dari setengah penambahan jumlah penduduk dunia itu akan terjadi di Afrika. PBB memperkirakan, pada awal abad depan, populasi penduduk bumi bisa mencapai 16,6 miliar jiwa. Pertumbuhan penduduk terbesar akan terjadi di negara-negara miskin.
Hal yang paling mengkhawatirkan adalah munculnya dua kondisi ekstrem. Di satu sisi, pertumbuhan penduduk cepat di negara-negara miskin. Sebaliknya, di negara-negara kaya, populasi penduduknya menurun dengan penduduk yang makin tua.
Berikut adalah 10 negara yang memiliki penduduk tinggi

a.       China               1,300,000,000
b.      India                1,100,000,000
c.       United States  295,000,000
d.      Indonesia        241,000,000
e.       Brazil               186,000,000
f.       Pakistan           162,000,000
g.      Bangladesh     144,000,000
h.      Russia              143,000,000
i.        Nigeria                        128,000,000
j.        Japan               127,000,000

Jumlah penduduk di negara-negara paling terbelakang diperkirakan akan naik dua kali lipat dari 898 juta jiwa tahun ini menjadi sekitar 1,8 miliar jiwa pada tahun 2050. Adapun populasi negara-negara maju diperkirakan hanya bertambah dari 1,25 miliar pada tahun ini menjadi 1,28 miliar pada tahun 2100.




D.    Pertumbuhan Penduduk Indonesia
Penduduk Indonesia terus bertambah dari waktu ke waktu. Ketika pemerintah Hindia Belanda mengadakan sensus penduduk tahun 1930 penduduk nusantara adalah 60,7 juta jiwa. Pada tahun 1961, ketika sensus penduduk pertama setelah Indonesia merdeka, jumlah penduduk sebanyak 97,1 juta jiwa. Pada tahun 1971 penduduk Indonesia sebanyak 119,2 juta jiwa, tahun 1980 sebanyak 146,9 juta jiwa, tahun 1990 sebanyak 178,6 juta jiwa, tahun 2000 sebanyak 205,1 juta jiwa, dan pada tahun 2010 sebanyak 237,6 juta jiwa.
Description: E:\Data Kuliah\SP\GPR\jumlah pnddk 2010.jpg
Secara nasional, laju pertumbuhan penduduk Indonesia per tahun selama sepuluh tahun terakhir adalah sebesar 1,49 persen. Laju pertumbuhan penduduk Provinsi Papua adalah yang tertinggi dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia, yaitu sebesar 5,46 persen.
Data penduduk Indonesia yang dapat dipakai dan dipercaya untuk keperluan proyeksi adalah berasal dari sensus penduduk (SP) yang diselenggarakn pada tahun yang berakhir “0” dan survei antar sensus (SUPAS) pada tahun yang berakhir “5”
Bila dilihat menurut pulau atau kelompok kepulauan, provinsi dengan laju pertumbuhan penduduk tertinggi dan terendah adalah sebagai berikut:
a.       Sumatera
Provinsi Kepulauan Riau merupakan provinsi dengan laju pertumbuhan penduduk tertinggi, yaitu sebesar 4,99 persen. Sementara itu, provinsi yang memiliki laju pertumbuhan penduduk terendah adalah Provinsi Sumatera Utara, yaitu sebesar 1,11 persen.
b.      Jawa
Provinsi yang memiliki laju pertumbuhan penduduk tertinggi adalah Provinsi Banten, yaitu sebesar 2,79 persen. Sedangkan provinsi dengan laju pertumbuhan penduduk terendah adalah Provinsi Jawa Tengah, yaitu sebesar 0,37 persen.
c.       Bali-Nusa Tenggara
Provinsi Bali memiliki laju pertumbuhan penduduk tertinggi, yaitu sebesar 2,15 persen. Sedangkan provinsi dengan laju pertumbuhan penduduk terendah adalah Provinsi Nusa Tenggara Barat, yaitu sebesar 1,17 persen.
d.      Kalimantan
Provinsi Kalimantan Timur merupakan provinsi dengan laju pertumbuhan penduduk tertinggi, yaitu sebesar 3,80 persen. Sementara itu, provinsi yang memiliki laju pertumbuhan penduduk terendah adalah Provinsi Kalimantan Barat, yaitu sebesar 0,91 persen.
e.       Sulawesi
Provinsi Sulawesi Barat memiliki laju pertumbuhan penduduk tertinggi, yaitu sebesar 2,67 persen. Sedangkan provinsi dengan laju pertumbuhan penduduk terendah adalah Provinsi Sulawesi Selatan, yaitu sebesar 1,17 persen.
f.       Maluku-Papua
Provinsi yang memiliki laju pertumbuhan penduduk tertinggi adalah Provinsi Papua, yaitu sebesar 5,46 persen. Sedangkan provinsi dengan laju pertumbuhan penduduk terendah adalah Provinsi Maluku Utara, yaitu sebesar 2,44 persen.
Akan tetapi permasalahan kependudukan terkait dengan jumlah penduduk yang besar menjadi sebuah masalah yang tidak dapat dihindarkan. Indonesia memiliki berbagai potensi terjadinya konfik. Benturan antara berbagai kepentingan dengan berbagai organisasi masa lainnya membuat masalah besarnya populasi menjadi hambatan. Selain itu yang terpenting terkait dengan permasalahan penyediaan sumber daya alam dan berbagai kebutuhan penting lainnya. Adanya tekanan penduduk terhadap daya dukung lingkungan menjadi masalah yang sangat rumit. Kepentingan untuk membangun tempat tinggal dan ruang gerak sangatlah penting namun di sisi lain terdapat kepentingan yang terkait dengan permasalah lingkungan seperti halnya sebagai daerah aliran sungai, daerah resapan air, pertanian, penyediaan sumber daya alam, dll. Kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan dan keduanya perlu mendapatkan perhatian yang sama demi keseimbangan alam.
Selain itu, masalah yang muncul terkait dengan jumlah penduduk yang besar adalah dalam penyedian lapangan pekerjaan. Kebutuhan akan bahan pokok menuntut orang untuk berkerja dan encari nafkah. Namun, penyedia lapangan kerja sangatlah minim. Yang menjadi masalah adalah penduduk lebih senang untuk menggantungkan diri terhadap pekerjaan dan cenderung mencari pekerjaan daripada membuka lapangan pekerjaan. Hal ini menyebabkan masalah baru yaitu pengangguran. Apabila jumlah pengangguran ini tinggi, maka rasio ketergantungan tinggi sehingga negara memiliki tanggungan yang besar untuk penduduknya yang dapat menghambat pembangunan dan menyebabkan tingkat kemiskinan menjadi tinggi.
Jumlah penduduk yang besar memiliki andil dalam berbagai permasalahan lingkungan dan aspek lainnya. Jumlah penduduk yang besar tentunya membutuhkan ruang yang lebih luas dan juga kebutuhan yang lebih banyak namun lahan dan juga wilayah Indonesia tidaklah bertambah. Oleh karena itu, perencaan yang matang sangatlah diperlukan guna penentuan kebijakan terkait dengan besarnya jumlah penduduk Indonesia.
E.     Dampak Pertumbuhan Penduduk
1.      Berkurangnya Ketersediaan Lahan
Peningkatan populasi manusia atau meningkatnya jumlah penduduk menyebabkan tingkat kepadatan semakin tinggi .Pada sisi lain ,luas tanah atau lahan tidak bertambah.Kepadatan penduduk dapat mengakibatkan tanah pertanian semakin berkurang karena digunakan untuk pemukiman penduduk.
2.      Kebutuhan Udara Bersih
Setiap makluk hidup membutuhkan oksigen untuk pernapasan  .Demikian pula manusia sebagai makluk hidup juga membutuhkan oksigen untuk kehidupanya.Manusia memperoleh oksigen yang dibutuhkan melalui udara bersih .Udara bersih berati udara yang tidak tercemar,sehingga huyakitas udara terjaga dengan baik.Dengan udara yang  bersih akan diperoleh pernapasan yang sehat.
3.      Kerusakan Lingkungan
Setiap tahun, hutan dibuka untuk kepentingan hidup manusia seperi untuk dijadikan lahan pertanian atau pemukiman .Para ahli lingkungan memperkirakan lebih dari 70% hutan di dunia  yang alami telah ditebang  atau rusak parah .Menigkatnya jumlah  penduduk akan diiringi pula dengan meningkatnya  penggunaan sumber alam hayati. Adanya pembukaan hutan  secara liar   untuk dijadikan  tanah pertaniaan atau untuk mencari  hasil hutan sebagai  mata pencaharian penduduk akan merusak ekosistem hutan.
4.      Kebutuhan Air Bersih
Air merupakan kebutuhan mutlak makhluk hidup .Akan  tetapi,air yang dibutuhkan manusia sebagai mkhluk hidup adalah air bersih. Air bersih digunakan untuk kebutuhan penduduk atau rumah tangga sehari-hari.   Bersih merupakan air yang memenuhi syarat kualitas  yang meliputi syarat fisika ,kimia ,dan biologi. Syarat kimia yaitu air yang tidak mengandung zat-zat kimia yang membahayakan kesehatan  manusia. Syarat fisika  yaitu air tetap jernih (tidak brubah warna), tidak ada rasa, dan tidak berbau. Syarat biologi yaitu air tidak mengandung mikrooganisme atau kuman-kuman penyakit.
5.      Kekurangan Makanan
Manusia sebagai mahkluk hidup  membutuhan makanan. Dengan bertambahnya jumlah  populasi manusia atau penduduk, maka  jumlah kebutuhan makanan yang diperlukan juga semakin banyak. Bila hal ini tidak diimbangi dengan peningkatan  produksi  pangan, maka dapat terjadi kekurangan makanan .Akan tetapi,biasanya laju pertambahan penduduk lebih cepat daripada kenaikan produksi pangan  makanan. Ketidakseimbangan  antara bertambahnya  penduduk   dengan bertambahnya   produksi pangan sangat mempengaruhi kualitas hidup manusia. Akibatnya, penduduk dapat kekurangan gizi atau pangan. Kekurangan gizi menyebabkan daya tahan tubuh seseorang terhadap  suatu penyakit  rendah, sehingga mudah terjangkit penyakit.
6.      Pencemaran air
Disebabkan oleh limbah rumah tangga dan limbah industri.
F.      Solusi Mengatasi Pertumbuhan Penduduk
1.      Menekan Pertambahan Penduduk
a.       Menggalakkan program KB atau Keluarga Berencana untuk membatasi jumlah anak dalam suatu keluarga secara umum dan masal, sehingga akan mengurangi jumlah angka kelahiran.
b.      Menunda masa perkawinan agar dapat mengurangi jumlah angka kelahiran yang tinggi.
2.      Mengimbangi pertambahan jumlah penduduk :
a.       Penambahan dan penciptaan lapangan kerja
Dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat maka diharapkan hilangnya kepercayaan banyak anak banyak rejeki. Di samping itu pula diharapkan akan meningkatkan tingkat pendidikan yang akan merubah pola pikir dalam bidang kependudukan.


b.      Meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan
Dengan semakin sadar akan dampak dan efek dari laju pertumbuhan yang tidak terkontrol, maka diharapkan masyarakat umum secara sukarela turut mensukseskan gerakan keluarga berencana.
c.       Mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi
Dengan menyebar penduduk pada daerah-daerah yang memiliki kepadatan penduduk rendah diharapkan mampu menekan laju pengangguran akibat tidak sepadan antara jumlah penduduk dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia.
d.      Meningkatkan produksi dan pencarian sumber makanan
Hal ini untuk mengimbangi jangan sampai persediaan bahan pangan tidak diikuti dengan laju pertumbuhan. Setiap daerah diharapkan mengusahakan swasembada pangan agar tidak ketergantungan dengan daerah lainnya.
G.    Peran Regionalisasi dalam Mengatasi Pertumbuhan Penduduk
Regionalisasi sangat berperan dalam mengatasi masalah-masalah pertumbuhan penduduk. Diantaranya adalah:
1.      Memudahkan penelitian
Regionalisasi akan memudahkan para peneliti untuk meneliti masalah-masalah penduduk. Contohnya ketika akan melakukan penelitian penyebab lonjatan penduduk. Para peneliti bisa melihat region-region yang mengalami pertumbuhan penduduk tinggi selanjutnya dapat dianalisis persamaan antara region-region yang mengalami pertumbuhan tinggi itu, maka akan diketahui penyebabnnya.
Perhatikan gambar berikut.
Description: E:\Data Kuliah\SP\GPR\world-population-distribution-by-continent.gif
Gambar tersebut merupakan peta region dunia berdasarkan pertumbuhan penduduknya, Asia dan Afrika menduduki posisi tertinggi, sedangkan Australia dan Amerika Utara menduduki posisi terendah. Setelah melihat pembagian region tersebut, maka akan sangat mudah untuk mengetahui mengapa penduduk tinggi dan rendah terjadi.

2.      Mengurangi Kepadatan Penduduk
Kepadatan penduduk adalah jumlah penduduk disuatu wilayah dibandingkan dengan luas wilayahnya yang dihitung jiwa per km kuadrat. Kepadatan penduduk ini terjadi diakibatkan oleh kurang pemerataannya persebaran jumlah penduduk. Akibatnya dalam suatu negara ada wilayah yang padat da nada wilayah yang kurang penduduk.
Di Indonesia sendiri terjadi konsentrasi kepadatan penduduk yang berpusat di Pulau Jawa. Hampir lebih dari 50% jumlah penduduk Indonesia mendiami Jawa. Hal ini menjadi masalah apabila pusat pemerintahan, informasi, trasportasi, ekonomi, dan berbagai fasilitas hanya berada di satu wilayah. Penduduk akan berusaha untuk melakukan migrasi dan akhirnya akan berdampak pada permasalahan pemerataan pembangunan.
Description: E:\Data Kuliah\SP\GPR\Peta-Kepadatan-Penduduk-Indonesia-bps.go_.id_.jpg
Salah satu cara untuk mengurangi kepadatan adalah dengan pemerataan penduduk. Sebelum melakukan pemerataan penduduk maka negara tersebut harus melakukan regionalisasi terhadap jumlah penduduk di wilayah tersebut. Setelah diketahui dengan melakukan regionalisai, maka akan sangat mudah untuk melakukan pemerataan jumlah penduduk.

3.      Menyeimbangkan lahan
Kepadatan penduduk mendorong peningkatan kebutuhan lahan, baik lahan untuk tempat tinggal, sarana penunjang kehidupan, industri, tempat pertanian, dan sebagainya. Untuk mengatasi kekurangan lahan, sering dilakukan dengan memanfaatkan lahan pertanian produktif untuk perumahan dan pembangunan sarana dan prasarana kehidupan. Selain itu pembukaan hutan juga sering dilakukan untuk membangun areal industri, perkebunan, dan pertanian. Meskipun hal ini dapat dianggap sebagai solusi, sesungguhnya kegiatan itu merusak lingkungan hidup yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Jadi peluang terjadinya kerusakan lingkungan akan meningkat seiring dengan bertambahnya kepadatan penduduk.
Maka dari itu, kembali pada pemerataan penduduk. Wilayah yang mempunyai lahan luas dan jumlah penduduk relative kecil diberdayakan.



BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan “per waktu unit” untuk pengukuran. Pertumbuhan penduduk tersebut dipengaruhi oleh fertilitas (kelahiran), mortalitas (kematian), dan migrasi.
Pertumbuhan di dunia sangat beragam. Pada negara maju cenderung mengalami fluktuasi penurunan angka pertumbuhan penduduk, sedangkan pada negara berkembang terjadi peningkatan pertumbuhan penduduk. Indonesia sebagai negara berkembang termasuk kedalam golongan negara yang mengalami pertumbuhan penduduk dengan cepat.
Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat mengakibatkan beberapa masalah kependudukan, seperti:
1.      Berkurangnya ketersediaan lahan
2.      Kebutuhan udara bersih
3.      Kerusakan lingkungan
4.      Kebutuhan air bersih dan pencemaran air
5.      Kekurangan makanan
Maka dari itu sangat perlu untuk mengetahui solusinya, langkah-langkah tersebut diantaranya adalah:
1.      Menekan pertambahan penduduk
2.       Mengimbangi pertambahan jumlah penduduk
Selain itu, langkah untuk mengatasi pertumbuhan penduduk yang kurang ideal adalah dengan regionalisasi. Regionalisasi sangat berperan dalam mengatasi pertumbuhan penduduk, diantaranya adalah:
1.      Memudahkan Penelitian Mengenai Kependudukan
2.      Mengurangi Kepadatan Penduduk
3.      Menyeimbangkan Lahan

B.     Saran
Penulis menyarankan bahwa kependudukan tidak lepas dari regionalisasi. Semuanya berkesinambungan. Apabila akan melakukan penelitian mengenai kependudukan maka kaitkan dengan regionalisasi.



KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, dan atas rahmat taufik dan hidayah-Nya kami telah menyelesaikan tugas mata kuliah Pengantar Geografi Regional tentang “Proses dan Siklus Perubahan Penduduk” yang berjudul “Pertumbuhan Penduduk dan Peran Regionalisasi”
Atas terselesaikannya tulisan ini, saya menyampaikan ucapan terima kasih khususnya kepada bapak Prof. Dr. Wanjat kastolani selaku dosen mata kuliah Pengantar Geografi Regional Universitas Pendidikan Indonesia yang telah banyak memberikan bimbingan kepada saya dan umumnya kepada seluruh handai taulan yang telah banyak membantu terselesaikannya penyusunan makalah ini.
Saya sangat mengharapkan saran dan kritik dari semua pihak, demi perbaikan dalam penyusunan-penyusunan saya di masa yang akan datang.
            Akhirnya kami berharap semoga tulisan  ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi saya pribadi dan umumnya bagi para pembaca sekalian.

Bandung, 2 Agustus 2013

Penyusun



DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …………………………………………………    i
DAFTAR ISI …………………………………………………………..      ii
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang ……………………………………………………..       1
B.     Rumusan Masalah ………………………………………………….       1
C.     Manfaat dan Tujuan ………………………………………………..       2
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian dan Ruang Lingkup …………………………………….      3
B.     Proses Pertumbuhan Penduduk …………………………………….      3
C.     Pertumbuhan Penduduk Dunia …………………………………….       7
D.    Pertumbuhan Penduduk Indonesia …………………………………      10
E.     Dampak Pertumbuhan Penduduk …………………………………..      13
F.      Solusi Mengatasi Pertumbuhan Penduduk …………………………      14
G.    Peran Regionalisasi dalam Mengatasi Pertumbuhan Penduduk …..        15
BAB III PENUTUP
A.    KESIMPULAN …………………………………………………….    18
B.     SARAN ……………………………………………………………..     19





DAFTAR PUSTAKA
Lucas, David.1990. Pengantar Kependudukan. Gajah Mada univ. Press: Yogyakarta.
Lembaga Demografi FE UI. 1981. Dasar-dasar demografi. Jakarta : Lembaga Penerbit Lembaga Fakultas UI.
Dewi, N. 2009. Geografi 2: untuk SMA dan MA Kelas XI. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta
Rusli, Said. 1983. Kepadatan Penduduk dan Peledakannya. Bogor: PN Balai Pustaka.





No comments:

Post a Comment